Senin, 11 Februari 2013



Ketika angin berbalik berhembus, awan menggumpal hitam. Titik-titik air jatuh dari langit. Dia mengingatmu… Kamu yang tak pernah mengikuti arus air hujan itu. Dia terdiam sejenak, menuliskan kata hati yang tak tahu apa artinya. Air matanya menetes, mewakilkan seluruh kata yang tak dapat terucap.
Seketika ia melihat bayangan dirimu yang terus mendekat menghampirinya. Sebuah senyum mengembang dari bibir manisnya. Ketika tangan halus itu akan menghapus air mata yang sedang menetes itu, tiba-tiba suara guntur mengejutkannya. Seketika ia tersadar dari khayalan indahnya tentang dirimu. Dan sekarang ia benar-benar tersadar akan segalanya, bahwa; kau hanyalah hidup didalam dunia khayalannya, tidak untuk dunia yang sesungguhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar